SAPAJATIM
NEWS

142 SPPG di Sidoarjo Sudah Kantongi SLHS, Dinkes Masih Dampingi Dapur yang Belum Bersertifikat

sapajatim · 04 November 2026 20:15 WIB
142 SPPG di Sidoarjo Sudah Kantongi SLHS, Dinkes Masih Dampingi Dapur yang Belum Bersertifikat
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo melakukan pendampingan terhadap dapur yang belum menyelesaikan proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

Sidoarjo - Sebanyak 142 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sidoarjo telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo masih melakukan pendampingan terhadap dapur yang belum menyelesaikan proses pemenuhan sertifikasi tersebut.

Berdasarkan data terbaru Dinkes Sidoarjo, masih ada tiga SPPG yang belum mengajukan permohonan SLHS. Sementara itu, lima SPPG masih dalam proses pengajuan dan dua lainnya berada dalam tahap penerbitan sertifikat.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong seluruh dapur SPPG memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi untuk menjaga keamanan makanan bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong pemenuhan SLHS kepada seluruh SPPG, langkah ini untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar higiene dan sanitasi sehingga keamanan makanan bagi penerima manfaat dapat tetap terjaga,” kata Subandi di Sidoarjo pada Rabu, 4 November 2026.

Dinkes Sidoarjo Dampingi Proses Penerbitan SLHS

Subandi menegaskan, pemenuhan SLHS menjadi bagian penting untuk memastikan kelayakan operasional dapur SPPG. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga akan terus mengawal proses penerbitan sertifikat tersebut.

Pengawasan tidak berhenti setelah SPPG memperoleh SLHS. Pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk memastikan standar higiene dan kondisi sanitasi dapur dipertahankan.

“Pemerintah daerah akan terus mengawal proses penerbitan SPPG yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Jangan sampai ada SPPG yang tidak mendapatkan SLHS,” ujarnya.

Kabid Peningkatan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Inensa Khoirul Harap, menyebut sebagian besar SPPG di wilayahnya telah mengantongi sertifikat resmi sesuai prosedur yang berlaku.

“Hampir seluruh SPPG di Kabupaten Sidoarjo telah mengantongi sertifikat resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku, tinggal tiga SPPG yang belum mengajukan permohonan SLHS kepada kita,” ucapnya.

Ada Pelatihan Keamanan Pangan hingga Pemeriksaan Laboratorium

Inensa menjelaskan, Dinkes Sidoarjo memberikan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan kepada SPPG dalam proses pemenuhan SLHS.

Tim kesehatan lingkungan Dinkes Sidoarjo bersama sanitarian puskesmas di masing-masing wilayah juga memberikan pelatihan keamanan pangan siap saji. Pelatihan tersebut ditujukan kepada relawan atau penjamah pangan di dapur SPPG.

Selain pelatihan, tim kesehatan lingkungan dan sanitarian puskesmas melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap setiap SPPG yang mengajukan permohonan SLHS.

Dinkes selanjutnya melakukan pengujian kualitas pangan dan air melalui laboratorium daerah Kabupaten Sidoarjo. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian pemenuhan persyaratan kesehatan.

"Jika persyaratan pengajuan SLHS telah memenuhi syarat kesehatan, maka SLHS SPPG dapat diterbitkan," ujarnya. (*)

Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS