Diikuti 14 Daerah, Ekshibisi Gateball Popda XV Jatim Bidik Perluasan Pembinaan Atlet Pelajar
Surabaya - Sebanyak 14 kabupaten/kota mengikuti ekshibisi cabang olahraga (cabor) gateball dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026. Keikutsertaan tersebut diharapkan memperluas pengenalan gateball di lingkungan sekolah sekaligus menjaring atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Timur pada berbagai kejuaraan.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Indonesia Jawa Timur (PERGATSI Jatim), Aries Agung Paewai, mengatakan keikutsertaan gateball dalam Popda menjadi langkah untuk memperluas pembinaan sekaligus menjaring bibit atlet potensial dari kalangan pelajar.
Menurutnya, ekshibisi memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal gateball, mengembangkan kemampuan, serta mengukur potensi melalui kompetisi olahraga.
“Harapan kita, semakin banyak atlet-atlet pelajar yang tumbuh dan berkembang karena diberikan wadah yang tepat, khususnya di Popda ini,” ujarnya saat pembukaan ekshibisi gateball di Universitas PGRI Adi Buana, Kamis 5 November 2026.
Diikuti Perwakilan 14 Kabupaten/Kota
Aries menjelaskan, ekshibisi gateball Popda XV Jatim 2026 diikuti perwakilan dari 14 kabupaten/kota. Peserta berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Ponorogo, Banyuwangi, Sidoarjo, Mojokerto, Lumajang, Magetan, Jember, Tuban, dan Jombang.
Sementara dari wilayah kota, peserta berasal dari Kota Mojokerto, Malang, Madiun, dan Surabaya.
Ia menyebutkan, Malang dan Mojokerto selama ini menjadi daerah yang cukup kuat dalam pengembangan gateball. Kedua daerah tersebut dinilai aktif menggelar kegiatan dan kompetisi di tingkat lokal.
Meski demikian, Aries berharap pembinaan gateball dapat berkembang lebih luas dan tidak hanya terpusat di dua daerah tersebut. Salah satu upaya yang didorong adalah memperkenalkan olahraga ini melalui lingkungan sekolah agar semakin banyak pelajar tertarik menekuninya.
Bidik Gateball Masuk Pertandingan Resmi Popda XVI
Aries berharap keikutsertaan gateball dalam Popda tidak berhenti sebagai cabang olahraga ekshibisi. Ia menargetkan gateball dapat masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi pada Popda XVI mendatang.
“Momentum ini mudah-mudahan Popda yang akan datang Gateball terus bisa ikut di pertandingan yang sesungguhnya. Karena saat ini masih ekshibisi, ke depan kita menargetkan sudah masuk dalam prospek Popda ke-16,” jelasnya.
Selama masih berstatus ekshibisi, hasil pertandingan gateball belum diperhitungkan dalam perolehan medali maupun klasemen resmi Popda. Karena itu, peningkatan partisipasi dan pembinaan atlet menjadi penting agar gateball dapat memenuhi kesiapan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi.
Selain pembinaan atlet pelajar, potensi atlet gateball juga diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.
Pembinaan Atlet Masih Hadapi Sejumlah Kendala
Aries menilai sejumlah bibit atlet telah menunjukkan potensi yang cukup baik. Namun, persiapan melalui pemusatan latihan atau Training Center (TC) masih menghadapi sejumlah kendala.
Keterbatasan waktu, tempat latihan, serta dukungan anggaran dari KONI yang masih terbatas menjadi tantangan dalam mempersiapkan atlet.
Meski demikian, ia berharap pembinaan tetap berjalan sehingga atlet-atlet potensial dapat meningkatkan kemampuan dan siap bersaing pada berbagai kejuaraan mendatang.
Melalui ekshibisi Popda XV Jatim 2026, pengembangan gateball diharapkan semakin menjangkau pelajar di berbagai daerah. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, gateball diharapkan mampu memperluas basis atlet sekaligus memenuhi kesiapan untuk menjadi cabang olahraga resmi pada Popda XVI. (*)
Komentar