SAPAJATIM
NEWS

Karya Guruh Soekarnoputra Masih Dirasakan, PDI Perjuangan Blitar Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya

sapajatim · 05 November 2026 15:22 WIB
Karya Guruh Soekarnoputra Masih Dirasakan, PDI Perjuangan Blitar Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya
Keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar doa dan tahlil untuk memperingati 40 hari wafatnya Guruh Soekarnoputra (Dok. PDI-P Jatim)

Kota Blitar - Karya dan warisan kebudayaan Guruh Soekarnoputra dinilai masih dapat dirasakan hingga kini. Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi, mengajak generasi penerus menjaga peninggalan seni dan kebudayaan Guruh sebagai bagian dari kepribadian bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam doa dan tahlil bersama keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kota Blitar untuk memperingati 40 hari wafatnya Guruh. Kegiatan berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Rabu 4 November 2026 malam.

Didik mengatakan, Guruh memiliki kiprah panjang, baik di dunia politik maupun kebudayaan. Selain pernah menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan selama lima periode, Guruh dikenal sebagai maestro, budayawan, dan seniman yang menghasilkan banyak karya.

“Banyak karya-karya beliau, banyak legacy beliau di bidang kebudayaan dan kesenian yang sampai sekarang masih bisa kita rasakan bersama,” ungkap Didik.

Warisan Kebudayaan Perlu Diteruskan Generasi Penerus

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, mengatakan Guruh bukan hanya bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan, tetapi juga sosok yang memiliki dedikasi panjang bagi partai dan bangsa, khususnya dalam bidang kebudayaan dan kesenian.

Menurut Yudi, warisan pemikiran dan karya kebudayaan Guruh perlu terus dirawat oleh generasi penerus sebagai bagian dari upaya menjaga kepribadian bangsa.

“Nilai-nilai kebudayaan dan kesenian yang diwariskan beliau harus terus kita rawat. Ini menjadi pengingat bagi kita semua, kader PDI Perjuangan, untuk terus merawat kebudayaan sebagai kepribadian bangsa,” ujar Yudi.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi terus menjadi pengingat bagi generasi berikutnya untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Doa dan Tahlil sebagai Bentuk Penghormatan

Doa dan tahlil bersama tersebut diikuti jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, DPC, PAC, ranting, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan.

Yudi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan solidaritas dan rasa kehilangan keluarga besar partai atas kepergian salah satu putra Bung Karno.

“Doa bersama ini kami gelar sebagai wujud penghormatan dan kebersamaan keluarga besar PDI Perjuangan Kota Blitar. Mas Guruh adalah bagian dari keluarga besar kita, sosok yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian panjang untuk partai dan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Didik mengapresiasi inisiatif DPC PDI Perjuangan Kota Blitar yang menggelar doa bersama untuk mengenang Guruh.

Ia juga berharap doa dan tahlil bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk mendoakan almarhum agar seluruh amal ibadahnya diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Menjaga Karya dan Nilai Kebudayaan

Peringatan 40 hari wafatnya Guruh Soekarnoputra menjadi momentum bagi keluarga besar PDI Perjuangan untuk mengenang dedikasi serta kontribusinya dalam bidang politik, seni, dan kebudayaan.

Melalui momentum tersebut, pesan untuk menjaga warisan kebudayaan kembali ditegaskan. Karya dan nilai-nilai yang ditinggalkan Guruh diharapkan terus dikenal, dirawat, dan diteruskan oleh generasi penerus sebagai bagian dari upaya menjaga kepribadian bangsa. (*)

Pewarta: Jauhari Mustofa
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS