SAPAJATIM
NEWS

Pulih dari Narkoba Bukan Sekadar Berhenti Memakai, Kesehatan Mental Jadi Kunci Perjalanan Berikutnya

sapajatim · 06 November 2026 10:30 WIB
Pulih dari Narkoba Bukan Sekadar Berhenti Memakai, Kesehatan Mental Jadi Kunci Perjalanan Berikutnya
Plato Foundation bersama sejumlah lembaga menggelar kegiatan “Bangkitkan Semangat, Ciptakan Mental yang Sehat” untuk mendukung penguatan kesehatan mental para pejuang pemulihan penyalahgunaan narkoba. (Foto: Dok. Plato Foundation)

Surabaya - Pemulihan penyalahgunaan narkotika tidak hanya berfokus pada penghentian penggunaan narkoba. Kesehatan mental, kemampuan mengelola emosi, dan pengembangan potensi diri juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses rehabilitasi.

Hal tersebut menjadi perhatian Plato Foundation bersama Polda Jawa Timur, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, RRI Surabaya, dan akademisi melalui kegiatan “Bangkitkan Semangat, Ciptakan Mental yang Sehat” serta Unjuk Aksi Pejuang Pemulihan di Pusat Rehabilitasi Plato, Surabaya, Kamis, 5 November 2026.

Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Surabaya, Putri Damayanti, menyampaikan bahwa persoalan kesehatan mental dapat berkaitan dengan seseorang menggunakan narkoba. Sebaliknya, penyalahgunaan narkotika juga dapat memunculkan persoalan kesehatan mental, termasuk gejala psikosomatis.

“Para pejuang pemulihan harus berani untuk mencari bantuan dan tidak boleh merasa sendiri,” katanya.

Pemulihan Tidak Hanya Menyangkut Kondisi Fisik

Direktur Plato Foundation, Dita Amalia, mengatakan pemulihan bukan hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga aspek mental dan spiritual.

Dalam siaran tertulis Plato Foundation, Kamis, 5 November 2026, Dita mengutip konsep kesehatan mental dari World Health Organization (WHO). Ia menjelaskan, individu yang sehat secara mental mampu mengenali potensi diri, mengelola emosi, menjalani aktivitas secara produktif, dan berkontribusi bagi orang lain.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan psikolog Polda Jatim, AKBP Dr. M. Mujib Ridwan. Ia menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan pikiran sebagai satu kesatuan dalam membangun kehidupan yang berkualitas.

Menurut Mujib, kesehatan tidak hanya dilihat dari kondisi tubuh yang bebas dari penyakit. Kemampuan berpikir jernih, mengelola emosi, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai situasi kehidupan juga menjadi bagian dari kesehatan seseorang.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan BNNK Surabaya, Rahmatika Ramadhani, menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri agar para pejuang pemulihan tidak kembali terjerumus dalam persoalan yang sama.

Ia mengajak para peserta untuk bangkit dan terus belajar dari kesalahan. Keberanian melangkah maju menjadi bagian penting dalam menjalani proses pemulihan.

Unjuk Aksi Menjadi Ruang Mengembangkan Potensi

Penguatan kesehatan mental dalam kegiatan tersebut juga disertai berbagai penampilan dari para pejuang pemulihan. Mereka menampilkan musikalisasi puisi, cover lagu, senam sehat antinarkoba, drama, hingga pembacaan Deklarasi Sumpah Pejuang Pemulihan Anti Narkotika.

Beragam penampilan itu bukan sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan sosial, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan mengekspresikan diri.

Pembacaan deklarasi bersama menjadi simbol komitmen para pejuang pemulihan untuk melindungi diri dari penyalahgunaan narkotika sekaligus melawan segala bentuk kejahatan narkoba.

Plato Foundation menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan program rehabilitasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ketergantungan narkoba. Program itu juga memperhatikan aspek kesehatan mental, pengembangan potensi diri, dan keberfungsian sosial.

Kolaborasi dengan Polda Jatim, BNNK Surabaya, RRI Surabaya, dan akademisi turut menunjukkan keterlibatan lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan dan pemulihan penyalahgunaan narkotika.

Rahmatika mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan pemulihan yang tidak harus dibandingkan dengan orang lain. Menurutnya, hal terpenting adalah keberanian untuk terus memperbaiki diri.

“Pemulihan itu bukan ajang perlombaan. Bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang berani untuk melangkah maju,” ujarnya. (*)

Pewarta: Firman Dwi Ardiansyah
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS